oh.. Begitu menyebalkan ketika melintas di jalan Kenari dari arah barat ke timur. Menyebalkan karena di utara jalan pasti deret mobil parkir sehingga 2/5 dari separuh jalan diokupasi oleh mobil yang diam. Bukankah itu biasa? Okelah biasa, tapi yang membuat menyebalkan selanjutnya ialah jebakan jeglongan yang sepertinya sudah disiapkan dengan ciamik! Ada range jarak nyaman yang sebetulnya yang dapat dijadikan standar, jarak antara pinggir jalan dan posisi kendaraan roda dua yang melintas. Namun masalahnya zona nyaman tersebut sudah di okupasi sebagai lahan parkir. Jarak nyaman kemudian bergeser menengah. Sedangkan di jarak nyaman tersebut terdapat jeglongan lubang untuk drainase, sungguh menyebalkan! Mengapa menyebalkan? Ya jelas, jalan aspal yang tadinya mulus dilubangi, dan lubangnya tepat di atas jalan tanpa memperhitungkan kenyamanan. Pertanyaannya apakah tidak bisa membuat lubang drainase atau inspeksi tersebut di pinggir meski selokan bawah tanah te...
catatan tentang proses belajar yang terus bergerak dan maju, seperti bersepeda!