2017-03-31

sewindu duta yantra

Simbol angka delapan dapat dimaknai sesuatu yang tak terbatas, infinite.

Pada sewindu Duta Yantra, diusung sebuah tema, dari bata ke bata. Terbata-bata memang diriku mengikuti penjelasan selama perjalanan. Terbata-bata dalam pikiran untuk menyusun supaya di otak ini memiliki akses mudah ketika pengetahuan yang didapat ini diperlukan kembali. Bagaikan susunan bata disusun, kemudian ditambahi susunan baru lagi diatas susunan yang lama. Atau kebutuhan menyusun susunan bata  yang memiliki luasan lebih  diletakan dibawah supaya dapat menopang susunan bata diatasnya. Atau juga supaya dapat berdiri dibutuhkan peletakan dengan bentuk tertentu, supaya susunan dengan bentuk tertentu dapat membuat susunan bata sebagai bidang tegak berdiri.

Mengkonversi info, pengetahuan dan penjelasan baru ternyata melelahkan!

Susunan bata, susunan jaman
 Ada susunan bata lama yang di tambahi susunan baru di atasnya. Perpaduannya asik juga indah dan tentunya meninggalkan informasi bahwa terjadi penambahan hal baru. Bata yang disusun itu jujur, memperlihatkan susunan lama dan baru. Susunan baru merespon susunan lama, meski kadang responnya tak melulu lebih baik dari susunan lama.

Kegiatan yang selalu menambahi dari pengetahuan sebelumnya adalah kegiatan yang sudah dilakukan nenekmoyang kita, dan akan selalu ada. Pengetahuan lama selalu ditambahi pengetahuan baru, dan selalu meminta untuk disusun ulang. Seperti pada susunan bata. Mungkin pada suatu saaat susunan bata terbawah akan terpendam dalam tanah, atau hancur menjadi tanah, menjadi pondasi bagi susunan bata diatasnya.

Kadang susunan bata yang baru merupakan susunan yang lebih baik, yang berarti suatu kemajuan. Ada kala susunan bata mempunyai kelemahan. Kebutuhan akan pemahaman sifat material begitu penting, dalam hal ini material bata. Bata bisa diandaikan musuh, untuk dapat menyusun dengan baik dan menempatkan dengan pas, perlu memahami kelebihan dan kekurangan musuh, supaya dapat ditaklukan dengan taktis. Ibarat teman, perlu dialog, untuk saling memahami, bahwa bata perlu diperlakukan dengan perlakuan tertentu.



Dialog dengan bata, secara umum material akan selalu terjadi. Tiap dialog menjadikan satu lapis bata lebih tinggi dari lapis sebelumnya. Seperti simbol angka delapan, dibentuk oleh garis yang tidak putus dan tidak terbatas, seperti dialog pada tiap susunan bata yang selalu ada, ditambahi, tidak putus dan tidak terbatas, melewati zaman, dan dialog yang menyusun zaman.

0 comments:

Post a Comment