2017-03-08

roda

hayam wuruk naik pedhati orang kalang. gambar diambil dari buku oud surabaya, h.3 
saya tidak tahu siapa yang memberi tahu orang jawa tentang roda.
mungkin orang hindu atau buddha, sebab dewa-dewa perang india seperti indra dan dewa surya dikenal lewat kereta berodanya yang ditarik kuda.
iya,
mungkin dari sana, tempat orang berpikir mengenai jalannya waktu yang seperti roda, yantraberputar, inkarnasi, menitis kembali melanjutkan hidup yang melelahkan ini.
hidup jadi melelahkan karena seperti tak henti-henti tanpa istirahat. seperti roda yang terus berputar.

kita tahu bahwa roda kereta hanya dikenal oleh masyarakat yang sudah mengenal jalan yang rata permukaannya. di jawa jaman majapahit di abad ke-12 hanya di kota raja saja yang punya jalan dengan permukaan dari tatanan batu. rasanya, ya hanya di sana saja yang bisa dilewati kereta beroda.

bahwa diceritakan oleh nagarakretagama [atau desawarnana] raja hayam wuruk berkeliling daerah jawa timur dengan pedhati sapi orang-orang kalang, bisa jadi itu hanya di tempat-tempat tertentu yang memang memungkinkan kereta sapi tadi lalu. di masa itu, tanah jawa lebih banyak yang berupa hutan dan rawa-rawa.
bisa jadi ini bukan laporan obyektif, sebab sapi memang kendaraan dewa shiwa, sehingga bila hayam wuruk berkeliling negaranya mengendarai pedhati sapi, bisa jadi itu suatu usaha membayangkan beliau sebagai dewa utama shiwa.

jadi,
roda gerobag ada dan awet dalam imajinasi orang jawa katimbang dalam realitanya. ia dimiliki dewa-dewa, atau raja, yang sering dibayangkan sebagai titisan dewa juga. dan itu hanya eksis di imajinasi belaka. 
orang jawa di masa kemudian mengenal roda bagi keretanya lewat orang lain, yang mengenalkan roda pejal tanpa ruji setelah kota-kota tumbuh dan jalanan di sana tertata dengan susunan batu.
--
mahatmanto
duta wacana

0 comments:

Post a Comment