Skip to main content

roda

hayam wuruk naik pedhati orang kalang. gambar diambil dari buku oud surabaya, h.3 
saya tidak tahu siapa yang memberi tahu orang jawa tentang roda.
mungkin orang hindu atau buddha, sebab dewa-dewa perang india seperti indra dan dewa surya dikenal lewat kereta berodanya yang ditarik kuda.
iya,
mungkin dari sana, tempat orang berpikir mengenai jalannya waktu yang seperti roda, yantraberputar, inkarnasi, menitis kembali melanjutkan hidup yang melelahkan ini.
hidup jadi melelahkan karena seperti tak henti-henti tanpa istirahat. seperti roda yang terus berputar.

kita tahu bahwa roda kereta hanya dikenal oleh masyarakat yang sudah mengenal jalan yang rata permukaannya. di jawa jaman majapahit di abad ke-12 hanya di kota raja saja yang punya jalan dengan permukaan dari tatanan batu. rasanya, ya hanya di sana saja yang bisa dilewati kereta beroda.

bahwa diceritakan oleh nagarakretagama [atau desawarnana] raja hayam wuruk berkeliling daerah jawa timur dengan pedhati sapi orang-orang kalang, bisa jadi itu hanya di tempat-tempat tertentu yang memang memungkinkan kereta sapi tadi lalu. di masa itu, tanah jawa lebih banyak yang berupa hutan dan rawa-rawa.
bisa jadi ini bukan laporan obyektif, sebab sapi memang kendaraan dewa shiwa, sehingga bila hayam wuruk berkeliling negaranya mengendarai pedhati sapi, bisa jadi itu suatu usaha membayangkan beliau sebagai dewa utama shiwa.

jadi,
roda gerobag ada dan awet dalam imajinasi orang jawa katimbang dalam realitanya. ia dimiliki dewa-dewa, atau raja, yang sering dibayangkan sebagai titisan dewa juga. dan itu hanya eksis di imajinasi belaka. 
orang jawa di masa kemudian mengenal roda bagi keretanya lewat orang lain, yang mengenalkan roda pejal tanpa ruji setelah kota-kota tumbuh dan jalanan di sana tertata dengan susunan batu.
--
mahatmanto
duta wacana

Comments

  1. JOIN NOW !!!
    Dan Dapatkan Bonus yang menggiurkan dari dewalotto.club
    Dengan Modal 20.000 anda dapat bermain banyak Games 1 ID
    BURUAN DAFTAR!
    dewa-lotto.name
    dewa-lotto.com

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

ngepit atau pit-pitan?

Ngepit atau pit-pitan? Ada judul serupa ditulis di kompasiana pada tahun 2015 , dan di tulis ulang di suatu blog pada 2016 . Tulisan tersebut menjelaskan beda ngepit dan pit - pitan yang kemudian menekankan pada kebijakan segosegawe yang direspon secara pit-pitan bukan ngepit seperti yang diharapkan pada semangat segosegawe. Segosegawe sudah punah tapi semangat ngepit atau pit-pitan tetap ada. Suatu hal unik, perulangan kata benda menjadi suatu kata kerja. Mobil-mobilan artinya mainan yang menyerupai mobil, omah-omahan berarti benda yang menyerupai rumah, sedangkan kata pit-pitan berarti kegiatan bersepeda. Setuju ya, arti ngepit dan pit-pitan itu sama bahwa dalam proses perpindahan tempat menggunakan moda transportasi sepeda, juga pasti setuju, nuansa kata ngepit lebih serius daripada nuansa kata pit-pitan. Saya sendiri lebih melihat ngepit dekat dengan kata travel to, sedangkan pit-pitan lebih dekat dengan kata journey. Ngepit mempunyai arti yang lebih dekat k...

tersesat di wisma kuwera

“Nek wong sing duwe short term memory elek, ning kene iso ra nemu dalan metu ki” Kalimat tersebut diungkapkan Rizal kepada saya setelah separuh jalan blusukan di dalam wisma Kuwera. Memang menurut saya, peletakan ruang yang ‘aneh’ pada bangunan tersebut memberikan potensi keblasuk bagi orang baru yang dibebaskan berkeliling semaunya di Kuwera. Haha… Tentunya sang perancang memiliki kemampuan spasial yang hebat! Pastinya.. Sejuk, dingin, hangat. Begitulah berbagai ruang yang terbentuk di wisma ini. Sejuk,  dapat mudah dirasakan di bagian ruang paling bawah dan ruang diatas dekat dengan bukaan. Hangat, tentunya nuansa yang di timbulkan oleh penggunaan elemen kayu, yang banyak digunakan dan sangat terasa di lantai atas. Lalu dingin? Dibawah tanah, yang konon katanya tempat untuk hening Romo Mangun jaman dulu. Perpaduan sejuk dan hangat merupakan ungkapan respon dari tropis. Karena di daerah tropis merupakan daerah yang tidak terlalu panas maupun dingin, maka...

manusia dan glondongan kayu

Ada suatu pendekatan yang menyatakan bahwa dalam pembangunan suatu candi salah satu cara mendatangkan batu ke lokasi pembangunan menggunakan deretan gelondongan kayu sebagai bantalan berjalan. Ketika batu didorong maka batu bergerak maju dengan mudah diatas bantalan glondongan kayu, dan glondongan kayu paling belakang akan terlepas dari beban batu, sedangkan ujung depan batu perlu ditumpu gelondongan kayu lagi untuk dapat didorong secara mudah. Gelondongan kayu berfungsi menghantarkan kayu menuju lokasi candi. Satu batu candi tersebut merupakan bagian penting bahkan suci dalam membentuk suatu bangunan candi. Penting dalam bentuk melengkapi bentuk, maupun sebagai pengunci antar batu candi. Ilmu pengetahuan bagai batu candi dan manusia yang mendalaminya sebagai gelondongan kayu yang menghantarkan dan memajukan suatu keilmuan. Secara periodik digantikan balok kayu lain di depannya, selalu ada manusia-manusia baru, atau pemikiran baru untuk menghantarkan suatu keilmuan sat...