Skip to main content

membangunkan yang lama


melihat arsitektur itu seperti melihat tubuh orang saja.
ada rangka dan otot yang membuatnya tegak dan kuat tidak rebah, dan ada daging serta kulit yang membuatnya tampil dengan cantik dan elegan.

untuk orang umum, yang menariknya pertama tentu adalah penampilan luar daging dan kulit dari tubuh orang. sementara, bagi mereka yang mempelajari kesehatan atau anatomi, suatu ilmu yang berkepentingan untuk memulihkan bila ada tubuh terkena gangguan, maka yang menarik bagi mereka adalah justru struktur rangka dan otot yang bekerja di balik daging dan kuilt tadi. yang tidak kelihatan secara langsung oleh mata awam.

demikian pulalah arsitektur.
bagi mahasiswa arsitektur yang memberikan waktu 5 tahun hidupnya untuk mempelajari bagaimana suatu arsitektur bisa berdiri tegak dengan elok, yang menarik perhatiannya adalah justru sistem struktur yang memungkinkan suatu bangunan bisa berdiri dengan kuat dan indah itu.
mereka harus mampu melihat dengan 'menembus ke sebalik kuli't hingga memahami bagaimana tiang, balok dan segenap sistem rangka bekerja menegakkan bangunan.

untuk itu mereka harus melihat bangunan-bangunan yang ditegakkan oleh orang sebelum dia. 
dengan kata lain, mereka harus belajar dari sejarah. sebab pengetahuan dan ketrampilan membangun tidak mungkin ada tanpa ada orang yang lebih dulu membangun!
sehingga bisa dimaklumi bila untuk belajar arsitektur  para mahasiswa itu harus belajar dari sana. belajar dari keunggulan dan kesalahan yang terjadi pada bangunan-bangunan sebelum dia.

pagi itu kami bersembilan datang ke masjid bertiang tunggal di kompleks TAMANSARI yogyakarta. masjid ini sistem strukturnya terbuka sehingga terlhat bagi siapa saja yag ada di bawahnya. adapun keunikan atau yang membedakan dari masjid-masjid lain adalah atapnya ditopang oleh satu tiang besar di tengah, dan tiang-tiang [sekarang ditutup tembok] yang ada di tepi-tepi atap.

dengan hanya satu tiang di tengah ruang sembahyang, maka ruang lebih terasa lapang. tidak terhalang oleh banyak tiang seperti jamaknya jenis atap lain. namun atap bertiang tunggal ini tidak bisa dimekarkan skalanya sehingga ukuran bangunan yang bisa dilayani juga tidak bisa terlalu besar.

bangunan bertiang tunggal sebenarnya sudah dikenal lama oleh orang jawa. di relief percandian sudah mengenal bangunan di jawa abad ke-12. demikian pula di kompleks kraton cirebon pun masih ada bangsal yang atapnya ditopang oleh tiang tunggal. juga di masjid-masjid di kawasan 'bang kulon' [yakni kawasan jawa tengah bagian barat, di sekitar sungai serayu, yang menggunakan bahasa banyumasan] masih dijumpai banyak masjid bertiang tunggal.

saya tidak punya informasi mengapa masjid yang dibangun oleh sri sultan hamengkubuwana IX dengan bantuan arsitek mintobudoyo belum lama ini memilih menggunakan atap bertiang tunggal, katimbang jenis atap lain. tapi yang jelas bahwa di kompleks kraton yogyakarta bertambah koleksi jenis struktur bangunan yang merupakan hasil belajar si arsitek dari produk masa lalu.
suatu tindakan yang mirip "membangunkan tubuh yang telah lama tertidur".

--
mahatmanto
duta wacana

Comments

  1. JOIN NOW !!!
    Dan Dapatkan Bonus yang menggiurkan dari dewalotto.club
    Dengan Modal 20.000 anda dapat bermain banyak Games 1 ID
    BURUAN DAFTAR!
    dewa-lotto.name
    dewa-lotto.com

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

ngepit atau pit-pitan?

Ngepit atau pit-pitan? Ada judul serupa ditulis di kompasiana pada tahun 2015 , dan di tulis ulang di suatu blog pada 2016 . Tulisan tersebut menjelaskan beda ngepit dan pit - pitan yang kemudian menekankan pada kebijakan segosegawe yang direspon secara pit-pitan bukan ngepit seperti yang diharapkan pada semangat segosegawe. Segosegawe sudah punah tapi semangat ngepit atau pit-pitan tetap ada. Suatu hal unik, perulangan kata benda menjadi suatu kata kerja. Mobil-mobilan artinya mainan yang menyerupai mobil, omah-omahan berarti benda yang menyerupai rumah, sedangkan kata pit-pitan berarti kegiatan bersepeda. Setuju ya, arti ngepit dan pit-pitan itu sama bahwa dalam proses perpindahan tempat menggunakan moda transportasi sepeda, juga pasti setuju, nuansa kata ngepit lebih serius daripada nuansa kata pit-pitan. Saya sendiri lebih melihat ngepit dekat dengan kata travel to, sedangkan pit-pitan lebih dekat dengan kata journey. Ngepit mempunyai arti yang lebih dekat k...

melihat yang lama secara baru

​artifak dari masa lalu selalu kita pandang dari masa kini. dan berbagai kepentingan ikut mewarnai cara kita memandang dan memanfaatkannya. bagi seorang ilmuwan, artifak atau barang dari masa lalu itu adalah jejak-jejak untuk ia membuat rekonstruksi imajiner mengenai suasana dan kondisi masa lalu di mana barang atau artifak itu pernah hadir. sabtu pagi 08 april 2017, mulai pukul 06:00 WIB kita akan sepedaan melihat bagaimana orang masa kini memperlakukan kampung, kota dan bangunan yang dibuat orang di masa lalu untuk kepentingan masa itu. namun yang kita lihat adalah yang telah mengalami perbaikan dan penyesuaian di masa kini. untuk dijadikan komoditas orang masa kini. kita perlu tahu masa lalu, namun janganlah itu menjerat kita hingga tidak bisa maju. dan jangan lupa, bersepeda itu pantang mundur: selalu bergerak maju! -- mahatmanto duta wacana

kaki lima kota

di yogya ini kita tidak punya kaki lima. ada memang ruang memanjang di samping jalan yang mirip kaki lima atau trotoar , tapi tidak berfungsi sebagai kaki lima. ia sudah diserobot oleh tiang-tiang listrik, pot-pot raksasa untuk bunga, banner penjual pulsa, dijadikan warung tenda, dijadikan perluasan garasi atau tempat parkir, dan bahkan secara resmi dipakai menjadi halte bus  trans-jogja. padahal trotoar punya potensi untuk menjadi jalur pejalan kaki yang memungkinkan mereka berjalan secara sehat dan hemat, serta melihat-lihat orang lain lewat atau pun pemandangan dari gedung-gedung yang tentu berlomba-lomba didisain bagus agar menarik perhatian. trotoar -pendeknya- adalah jalur untuk orang menikmati aktivitas  jalan-jalan.  tidak hanya jalan-jalan, namun juga   pit-pitan ,  yakni bergerak dengan sepeda tapi demi menikmati pergerakan dengan sarana  pit  itu sendiri. trotoar di bandung, foto diambil dari infobdg.com   di bandun...