Skip to main content

belajar dari bersepeda


saya terkesan dengan program yang dilakukan KOMPAS bekerja sama dengan BANK JATENG.
mereka berdua menginisiasi program sepedaan jelajah jawa tengah, dari purwokerto hingga semarang melintasi pegunungan di tengah jateng, seperti sindoro sumbing.
program yang digarap oleh sebuah kantor berita dan disponsori oleh bank jelas punya dampak ekonomi dari pemberitaannya.
tiap hari ada saja berita yang ditayangkan oleh KOMPAS menganai kegiatan ini. misalnya, hari ini ada laporan mereka di sini https://goo.gl/8F56x3.
dari etape [tahap] satu ke etape berikut, ada pemberitaannya. tentu juga ada ulasan mengenai potensi budaya dan ekonomi masyarakat setempat.

saya melihat, ada potensi yang ada dalam kegiatan travelling via sepeda: kecepatan sepeda yang cocok dengan kecepatan tubuh melintas ruang [tidak kencang tapi juga tidak lambat] memberi kita kesempatan untuk mengamati lingkungan.
dengan kata lain, sepeda dengan kecepatannya memberi kesempatan bagi kita untuk belajar: mengamati, merekam, bertanya, membandingkan... dan tentunya melaporkan seperti media blog yang kita pakai sekarang ini.

jadi,
kapan kita mulai rajin mengamati, mencatat, membandingkan dan menulis di blog ini kalau tidak sekarang juga?

--
mahatmanto
duta wacana

Comments

Popular posts from this blog

ngepit atau pit-pitan?

Ngepit atau pit-pitan? Ada judul serupa ditulis di kompasiana pada tahun 2015 , dan di tulis ulang di suatu blog pada 2016 . Tulisan tersebut menjelaskan beda ngepit dan pit - pitan yang kemudian menekankan pada kebijakan segosegawe yang direspon secara pit-pitan bukan ngepit seperti yang diharapkan pada semangat segosegawe. Segosegawe sudah punah tapi semangat ngepit atau pit-pitan tetap ada. Suatu hal unik, perulangan kata benda menjadi suatu kata kerja. Mobil-mobilan artinya mainan yang menyerupai mobil, omah-omahan berarti benda yang menyerupai rumah, sedangkan kata pit-pitan berarti kegiatan bersepeda. Setuju ya, arti ngepit dan pit-pitan itu sama bahwa dalam proses perpindahan tempat menggunakan moda transportasi sepeda, juga pasti setuju, nuansa kata ngepit lebih serius daripada nuansa kata pit-pitan. Saya sendiri lebih melihat ngepit dekat dengan kata travel to, sedangkan pit-pitan lebih dekat dengan kata journey. Ngepit mempunyai arti yang lebih dekat k...

manusia dan glondongan kayu

Ada suatu pendekatan yang menyatakan bahwa dalam pembangunan suatu candi salah satu cara mendatangkan batu ke lokasi pembangunan menggunakan deretan gelondongan kayu sebagai bantalan berjalan. Ketika batu didorong maka batu bergerak maju dengan mudah diatas bantalan glondongan kayu, dan glondongan kayu paling belakang akan terlepas dari beban batu, sedangkan ujung depan batu perlu ditumpu gelondongan kayu lagi untuk dapat didorong secara mudah. Gelondongan kayu berfungsi menghantarkan kayu menuju lokasi candi. Satu batu candi tersebut merupakan bagian penting bahkan suci dalam membentuk suatu bangunan candi. Penting dalam bentuk melengkapi bentuk, maupun sebagai pengunci antar batu candi. Ilmu pengetahuan bagai batu candi dan manusia yang mendalaminya sebagai gelondongan kayu yang menghantarkan dan memajukan suatu keilmuan. Secara periodik digantikan balok kayu lain di depannya, selalu ada manusia-manusia baru, atau pemikiran baru untuk menghantarkan suatu keilmuan sat...

kaki lima kota

di yogya ini kita tidak punya kaki lima. ada memang ruang memanjang di samping jalan yang mirip kaki lima atau trotoar , tapi tidak berfungsi sebagai kaki lima. ia sudah diserobot oleh tiang-tiang listrik, pot-pot raksasa untuk bunga, banner penjual pulsa, dijadikan warung tenda, dijadikan perluasan garasi atau tempat parkir, dan bahkan secara resmi dipakai menjadi halte bus  trans-jogja. padahal trotoar punya potensi untuk menjadi jalur pejalan kaki yang memungkinkan mereka berjalan secara sehat dan hemat, serta melihat-lihat orang lain lewat atau pun pemandangan dari gedung-gedung yang tentu berlomba-lomba didisain bagus agar menarik perhatian. trotoar -pendeknya- adalah jalur untuk orang menikmati aktivitas  jalan-jalan.  tidak hanya jalan-jalan, namun juga   pit-pitan ,  yakni bergerak dengan sepeda tapi demi menikmati pergerakan dengan sarana  pit  itu sendiri. trotoar di bandung, foto diambil dari infobdg.com   di bandun...